You are here: Home Cakrawala Dunia Islam

Pustaka eLBA

Buku Islami untuk keluarga anda

Troli kosong.

Dunia Islam

Seorang Polwan Muslimah di AS Dilarang Berjilbab

E-mail Cetak PDF

Jilbab ternyata masih menjadi momok menakutkan bagi negara besar seperti AS yang mengklaim sebagai negara yang demokratis dan menghormati hak asasi manusia. Setidaknya ada tiga kasus jilbab yang terjadi di AS saat ini.

Hari Rabu kemarin, seorang polwan Muslim di Philadelphia harus menelan kekecewaan karena pengadilan menolak permohonannya agar diijinkan mengenakan jilbab saat bertugas. Hakim pengadilan menolak permohonan polwan muslimah itu dengan alasan seorang anggota polisi harus menjaga "netralitas"nya dalam masalah agama.

Pengadilan yang melibatkan polwan muslimah Kimberlie Webbs kemarin adalah pengadilan banding yang kedua. Namun Webbs tetap tidak boleh mengenakan jilbab. Kepolisian tempat Webb bekerja melarang polwan mengenakan simbol-simbol agama dan beralasan jika Webb diijinkan mengenakan jilbab, akan menimbulkan "persoalan panjang" di departemen kepolisian.

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 10 April 2009 14:53 ) Selanjutnya...
 

Umat Islam Harus Kuasai Ekonomi dan Teknologi

E-mail Cetak PDF

Hidayatullah.com--Ketua Yayasan Dakwah Islamiyah Malaysia (Yadim), Dato H Mohammad Nakhaie bin H Ahmad mengatakan menguasai ekonomi, perdagangan, dan sains teknologi merupakan suatu keharusan. Menguasai bidang ini termasuk bagian dari fardhu kifayah.

Selama ini umat memahami bahwa fardhu kifayah itu hanya sholat mayit saja. Untuk itu, umat harus disadarkan, bagi orang yang tidak menguasai ekonomi atau teknologi sama berdosanya dengan orang yang meninggalkan shalat, paparnya dikutip Harian Pelita di Jakarta.

Menurut Dato Muhammad Nakhaie, saat ini umat Islam masih menghadapi dua tantangan. Pertama aspek internal. Umat masih trauma dengan keruntuhan peradaban Islam kemudian disusul kolonialisasi dari negara-negara Barat. Ini mengakibatkan umat mengalami psikologi kekalahan.

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 10 April 2009 14:50 ) Selanjutnya...
 

Jilbab Buah Bibir Eropa

E-mail Cetak PDF

Eropa semakin kegerahan dengan jilbab yang berkibar di benua itu. Kain penutup aurat itu dituding sebagai penyebab terpecahnya Eropa.

Tahukah Anda, berapa jumlah penganut Islam di Eropa Barat? Hasil survey National Demographic Studies menyebutkan, saat ini ada sekitar 20 juta Muslim di sana. Jumlah itu belum termasuk jutaan lainnya di Balkan, Kaukasus, Rusia dan Asia Tengah. Di Amerika Serikat saja, ada sekitar 6 juta pemeluk Islam.

Di Eropa, seperti ditulis Koran Tempo (26/11/06) sikap permusuhan dan ungkapan kebencian, khususnya terhadap penganut Islam, melonjak sangat drastis,” ujar Ahmed Akar, pengamat media dari Finlandia, dalam seminar internasional bertajuk Chalenging Stereotypes in Europe and the Islamic World: Working Together for Constructive Policies and Partnership yang digelar Kedutaan Finlandia bekerjasama dengan The International Center for Islam and Pluralism, di Jakarta, Rabu (22/11/06).

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 06 April 2009 16:20 ) Selanjutnya...
 

Kapolda Beri Hak Jilbab, Media Asing dan Kaum Liberal Meradang

E-mail Cetak PDF

P olwan Berjilbab mendekatkan Polisi dgn rakyat. Himbauan Kapolda Jawa Timur soal polwan yang boleh berjilbab disambut gembira. Yang meradang malah media asing dan aktifis liberal

Kalau ini benar-benar dilaksanakan, maka, Anda akan melihat perobahan yang mencolok mata di Jawa Timur. Para polisi perempuan atau Polwan nya akan mengenakan jilbab,” demikian kutip Radio Nederlands. Sebagaimana diketahui, radio asing ini menanggapi agak sinis himbauan Kapolda Jawa Timur Brigjend. Pol. Anton Bachrul Alam yang meminta para polisi wanita muslimah (polwan) di jajarannya bisa mengenakan jilbab selama bertugas.

Imbauan bernuansa agamis ini dikeluarkan Kapolda sejak dua minggu saat menjabat di Jawa Timur (Jatim)

"Ini peristiwa terbaru menyangkut upaya islamisasi atau pengislaman Indonesia dengan berbagai cara,” demikian tuduh radio asing ini.

Tuduhan serupa juga disampaikan aktivis perempuan yang juga aktivis liberal. “Dengan himbauan memakai kerudung itu, sebenarnya ada power di situ.. jadi polisi perempuan ini kemudian menjadi tidak bebas lagi apakah dia boleh memakai kerudung atau tidak,” ujar Adriana Venny, Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 06 April 2009 16:24 ) Selanjutnya...
 

Login






mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini4
mod_vvisit_counterKemarin58
mod_vvisit_counterMingu ini203
mod_vvisit_counterBulan ini664